Jumat, 25 April 2014

Permintaan Maaf yg DIPAKSAKAN.....

"Ayo cepat sana minta maaf !!!
Udah jelas salah kok gak mau minta maaf??!??
Gak sopan sekali kamu ini..."

Ayo jujur ya, sering gak sih kita maksa anak untuk minta maaf ketika berbuat salah??

Hasilnya apa??

Apa anak jadi SADAR dan TULUS untuk meminta maaf,

Atau........................

Anak malah Melotot dan Enggan minta maaf??
(Kalaupun akhirnya terucap kata 'maaf' dari mulutnya, tapi itu dilakukan dengan sangat terpaksa.. Bisa dilihat dari Raut Wajahnya)

Udahan gitu, kita tambah komentar pedas nan Negatif lagi kepada anak :
"Ampun deh kamu... Minta maaf saja susah amat sih?? Gak boleh gitu jadi orang!! Kalau salah ya minta maaf..."

Sebelum kita bahas lebih lanjut,
Mari kita coba merenung dan intropeksi diri masing2 :
"Adakah dari kita yg senang ketika dipaksa untuk minta maaf pada seseorang??"
(Sekalipun minta maaf ke orang tua)

Saya yakin kita semua akan menjawab :
"Ya Gak Senang lah.... Siapa juga yg suka dipaksa??? Kalau mau minta maaf ya kesadaran diri, bukan karena dipaksa.."

Ahaaaaa!!!!!!
That's it.......

Begitu juga dengan anak, Friends...
Sekalipun benar mereka yg bersalah, bukan berarti mereka harus untuk dipaksa meminta maaf SAAT ITU juga...

Melainkan, berilah mereka waktu untuk menenangkan diri dan berpikir sejenak..
Ketika mereka terlihat lebih RELAX, baru coba ajak untuk meminta maaf kepada yg bersangkutan..

Dari situlah anak akan meminta maaf dengan SADAR dan TULUS HATI..
Dan next time nya mereka akan lebih sadar diri lagi untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Dan ingatlah, utamanya anak MELIHAT CONTOH..
Bagaimana ketika kita bersalah entah itu pada mereka, pasangan, dan orang lain -»
Kita secara GENTLE mengakui kesalahan dan meminta maaf, dan pastinya berusaha perbaiki diri..

Jika kita ngaku salah saja susah, alias GENGSI,
Trus gimana anak bisa Tahu dan Belajar bagaimana bersikap ketika melakukan kesalahan??
Bukankah anak Belajar dari Contoh??

Anyway berikut saya beri contoh kasus bagaimana harus bersikap supaya anak Sadar mau minta maaf :

Anak anda tak sengaja mendorong temannya hingga terjatuh dan menangis,
Langkah pertama yg harus anda lakukan sebagai orang tua yg berTanggung Jawab terhadap anak anda adalah :

-» WAKILKAN MINTA MAAF dahulu pada sang anak yg jatuh tsb dan orang tuanya :

"Maaf ya sayang (maaf ya Bu/Pak), Adi tak sengaja mendorong kamu hingga terjatuh.. Maaf kan Adi ya nak... Mana yg sakit, biar tante obati.."

Lalu setelah itu baru hampiri anak anda,
Tatap matanya dengan Lembut (bukan Gahar), dan katakan :
"Temanmu baru saja terjatuh, kamu sudah siap ceritakan pada Mama apa yg terjadi??"

Jika anak belum siap :
"Tak apa, tenangkan dirimu dahulu.. Mama disini temani kamu.. Tenang ya sayang.."

Ketika anak sudah siap, baru tanyakan :
"Kamu sudah merasa lebih tenang? Ceritain donk sama Mama kenapa kamu dorong teman kamu..."

Biarkan anak bercerita, apapun itu...

"Oohh kamu dorong dia karena tadi mainanmu direbut ya?? Oh ya, Mama ngerti perasaan kamu yg gak suka mainannya direbut.."

"Hhmm.. Gimana lain kali gak usah pake dorong, bilang saja dengan Tegas 'ini mainanku, kalau mau pinjam bilang dulu ya..', gimana sayang??"

"Karena kalau dorong gitu, temanmu jadi terjatuh dan terluka, dan pastinya kesakitan.. Kasian kan...."

Tunggu sampai ada isyarat Anak mengiyakan apa yg kita jelaskan, baru coba ajak minta maaf :
"Sayang, kasian teman kamu kesakitan.. Menurutmu, harus apa ya?? "

"Kamu mau Mama temani untuk minta maaf??"

Jika anak sudah siap, segera antarkan anak untuk minta maaf.
Dan setelah anak anda meminta maaf, bantu jelaskan pula pada anak tsb dan orang tuanya mengapa anak anda tadi mendorong.

Jika masih belum siap minta maaf, TUNGGUlah sampai siap..
Karena kalaupun dipaksakan ya percuma saja,
Anak GAK akan SADAR apalagi TULUS untuk minta maaf..

Yg ada anak malah membatin dalam dirinya :
"Aku BENCI disuruh minta maaf, kenapa Mama gak ngerti perasaan aku?? Eh malah lebih ngerti perasaan orang lain!! Aku benci.... Aku benci...."

Dan setelah2nya, bisa ditebak -»
Anak tak akan pernah sadar untuk meminta maaf ketika bersalah,
Yg ada anak akan semakin mengotot dirinya tak bersalah..

So apakah anak kita terlihat sulit untuk minta maaf??

Mungkin kita LUPA memberi Contoh,
Mungkin kita terlalu bersikap Menghakimi, Mungkin kita juga kurang memberi Anak waktu untuk menenangkan diri dan berpikir....

Mari renungkan bersama....

~Permintaan Maaf yg Baik dan Benar adalah berasal dari KESADARAN dalam diri, bukan PAKSAAN dari pihak manapun~

Share dari :
(◦'⌣'◦)
~ Kids Are BEST GURU ~

Selasa, 15 April 2014

Jajan Awet Untuk Si Kecil

Berapa budget jajan si kecil dalam sehari?

Misal disisihkan 2.000 per harinya..sepertinya  ga terlalu berat kan AyBund? :-)

Yuuk..
Mulai nabung sedikit demi sedikit untuk investasi ilmu, yg InsyaaAllah akan awet manfaatnya hingga dia dewasa kelak..

Sabtu, 12 April 2014

10 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak Anda

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Sumber : tidak diketahui

Jumat, 11 April 2014

ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM (Rumah Binatang)

Ayah, Bunda...
Kemampuan binatang dalam membuat rumah sungguh merupakan fenomena yang menakjubkan.
Tentu kita bertanya dari mana mereka belajar membuat rumah. Hal inilah yang sulit dijelaskan oleh sains modern.
Allah Swt. memberikan penjelasan bahwa Dialah yang memberi "wahyu" kepada binatang untuk membuat rumahnya.

Allah berfirman dalam surat An-Nahl [16] ayat 68
"..... Tuhanmu mewahyukan kepada lebah untuk membuat rumah di gunung-gunung, pohon, dan tempat yang dibuat manusia".

(sumber: Ensiklopedi Bocah Muslim)

Info & order
085643551856

Sebuah Kisah tentang Kasih Ibu

Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya ”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” jawab si pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. ”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai. ”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yang baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah.

Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku. Pemilik kedai itu berkata ”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dan sebaginya sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.
Anak itu kaget mendengar hal tersebut. ”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”

Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.” Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.

Bagaimana dengan anda?

Rabu, 09 April 2014

BAKSO & MANGKOKNYA

Pada suatu kali Andi mengikut acara rekreasi sebuah komunitas. Saat acara makan tiba, salah satu makanan favorit peserta adalah bakso. Maka, anak-anak kecil pun mengantri di depan panci bakso. Tiba-tiba terdengar suara pertengkaran. Ternyata, dua orang anak berebut.

Andi pun datang melerai, “Kenapa berebut mangkok? Bukankah masih banyak mangkok kosong yang lain?” Rupanya kedua anak itu sama-sama ingin memakai mangkok yang bergambarkan tokoh kartun favorit mereka. Aneh ya, kenapa malah mangkok yang diributkan, padahal yang akan dimakan ‘kan baksonya.

Terkadang kita pun sama seperti anak-anak itu. Kita direpotkan oleh banyak hal yang tidak penting dan menomorduakan hal yang penting. Kita meributkan “mangkok”, dan justru mengabaikan “baksonya”. Kita sering merasa iri dengan “mangkok” milik tetangga dan tidak bahagia dengan mangkok kita. Akibatnya, kita jadi tertekan dan sulit untuk bersyukur.

Kehidupan itu ibarat bakso, sedangkan karir, kekayaan, jabatan adalah mangkok. Mangkok hanyalah alat untuk menampung bakso. Seberapa pun bagusnya mangkok itu tidak akan mengubah rasa baksonya.

Maka, marilah kita merawat kehidupan kita, dengan memfokuskan hidup kita pada kebenaran.

Sumber : Majalah Intisari

BERTERIAK MEMBUNUH KARAKTER

Ada salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.

Untuk apa?

Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.

Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan.

Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering.

Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh.

Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka.

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, Yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

**

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? Orang dikeliling anda atau siapapun?

" Ayo cepat! Cepetaaaaaan!"" Dasar lelet! Kayak keong aja lu!"" Bego banget sih! Begitu aja nggak bisa dikerjakan?""Jangan main-main disini! Berisiiiiiiiiiik ! diem, diem, diem! aaaaah!"

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?

"Suami/istri seperti kamu nggak tahu diri! Ngaca dong ngaca!"Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa! bisanya cuma minta, minta, dan minta !"" Aduuuuh, kampungan banget siiiih!? gak makan sekolahan apa?! Gini aja gak bisa!"

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :

"Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ngerkain ! Kapan kamu jadi pinter?!"

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :

"Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel! Ada banyak yang bisa gantiin kamu!"" Payah! Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?"

Ingatlah!

Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.

Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan Kita dalam kehidupan sehari-hari,

Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, benar?

Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter?

Pada realitanya, meskipun secara fisik dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh.

Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak!

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki.

Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang,

Jika Kita tetap ingin roh pada orang yang Kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

Dengan berteriak kepada orang lain ada dua kemungkinan balasan yang Kita akan terima.

Kita akan dijauhi atau Kita akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Dari Anas r.a.,
“Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : ‘Mengapa engkau lakukan?’ dan pula tidak pernah mengatakan: ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’”
(HR Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269 )

Dari Jarir bin Abdullah r.a.
“Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang tidak dikaruniai sifat lemah-lembut, maka ia tidak dikarunia segala macam kebaikan.” (HR. Muslim)

“ Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah saw mengadukan hatinya yang keras, maka beliau saw bersabda, “Apakah kamu suka jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah ia makan dari makananmu niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhamu terpenuhi.” (HR. Ath-Thabrani.)

sumber : Catatan Rumah Yatim Indonesia

Rabu, 02 April 2014

PROMO APRIL 2014

1. Dapatkan diskon 25% untuk setiap pembelian tunai double set Halo Balita + Ensiklopedi Bocah Muslim dari harga Rp. 5.575.000,- menjadi Rp. 4.140.000,-
(Hemat Rp. 1.435.000,-)

2. Dapatkan diskon 30% untuk setiap pembelian tunai double set Halo Balita + Confidence In Science dari harga Rp. 4.550.000,- menjadi Rp. 3.185.000,-
(Hemat Rp. 1.365.000,-)

3. Promo Nabiku Idolaku Dahsyat
Harga Jual Reguler (plus E Pen) Rp 4.750.000,-
Harga Dahsyat (plus E pen) Rp 3.450.000,-
Harga Full Set tanpa E Pen Rp 2.900.000,-
E Pen (dijual terpisah) Rp 400.000,-

Info & pemesanan
Via sms/Whatsapp/WeChat 085643551856

FP : Nilukiku Cinta Buku