Minggu, 30 Maret 2014

BERGABUNG MENJADI BOOK ADVISOR YUUUKK...

Dibuka kesempatan untuk menjadi Book Advisor..dan dapatkan aneka reward yg oke banget.. ^_^

Silakan kontak via sms/Whatsapp/WeChat ke 085643551856 untuk info lengkapnya..

Minggu, 23 Maret 2014

WOW AMAZING Series (Games)

Siapa siy yg gak suka games??
Dr anak2 sampe emak-bapak betah tuh klo udah nge-game.

So, udah punya game spesial yg satu ini belum??

Gak sekedar nge-game..
Krn aneka games nya bikin pengetahuan kita makin terang benderang.

Hayuuukk...
AyBund bisa pilih cara bayarnya lho..
Cash.. Kredit.. Arisan..
Semuanya diskon.. ^_^

Info & order via 085643551856 yaa..

Kamis, 20 Maret 2014

Board Book Main Yuk! Kisah 25 Nabi dan Rasul Teladan Sepanjang

Paket buku Nabiku Idolaku dilengkapi dengan Buku Main, Yuk ! yang berisi permainan yang berhubungan dengan tema Kisah Nabi Teladan Sepanjang Jaman.

Dengan desain penuh warna dan dilengkapi penjelasan, ilustrasi gambar serta efek suara yang seru menjadikan permainan lebih menarik, mengasah kreatifitas, imajinasi serta merangsang rasa keingintahuan anak sehingga ia tertantang untuk mencari jawaban.

Permainan dapat dimainkan oleh lebih dari 1 anak, sehingga meningkatkan sosialisasi dan komunikasi antara anak dengan teman, atau anak dengan keluarga.

Disajikan dalam 2 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sehingga anak dapat bermain sekaligus belajar berbahasa.

Dengan memahami petunjuk dan menemukan jalan keluar dari setiap permainan, diharapkan anak kelak menjadi problem solver yang baik.

Dengan demikian, paket buku Nabiku Idolaku mampu merangsang kecerdasan putra-putri anda.

Spesifikasi Board Book Main Yuk! pada paket buku Nabiku Idolaku :

Jumlah halaman : 36 halaman isi + 2 halaman cover

Cover : boardbook, foiling (ukuran 36,5 cm x 14 cm) + emboss (ukuran 36,5 cm x 14 cm) + emboss (ukuran 36,5 cm x 14 cm)

Ukuran cover : 36,5 x 25 cm (landscape)
Bahan cover : duplex 450 gsm
Cetak cover : 5/0, film laminating

Bahan Skitblad : Duplex 450 gsm
Cetak Skitblad : 5/0, UV Varnish

Bahan Isi : duplex 450 gsm
Ukuran isi : 36,5 x 25 cm (landscape)
Cetak Isi : 5/0, UV varnish

Permainan yang terdapat dalam buku ini antara lain:
ular tangga,
mencari (find out),
melipat/origami,
membaca peta,
labirin,
ludo,
prakarya,
teka-teki silang,
mencari perbedaan,
menarik garis labirin,
cepat tangkas,
ketelitian,
memecahkan kode,
berhitung,
menyusun huruf,
menarik garis dan menjodohkan,
mengingat dan menebak gambar,
dan lain-lain.

Info & order : 0856 4355 1856

Senin, 17 Maret 2014

ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM (Jilid : Tumbuhan)

Teman-teman, tarik napas dalam-dalam!
Waaah, segarnya!
Tumbuhan memberikan kesegaran ke sekelilingnya.
Sebab, pada siang hari, tumbuhan mengeluarkan oksigen yang kita hirup.

Selain itu, tumbuhan yang beraneka ragam banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan binatang.
Banyak peralatan yang berasal dari tumbuhan.
Tumbuhan juga dapat memperkuat tanah agar tidak longsor.
Pokoknya, banyak sekali jasa tumbuhan untuk kehidupan kita.

Eh, ternyata ada tumbuhan yang pintar, loh!
Ada tumbuhan yang dapat menyamar atau menangkap serangga.

Penasaran kan??
Yuk kita baca dalam buku ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM.
Jilid "Tumbuhan"

EBM ini merupakan Ensiklopedi Anak Muslim pertama di Indonesia

Info & pemesanan
Sms/Whatsapp : 085643551856
WeChat : nilukiku

*Pembayaran bisa cash, kredit, atau arisan

Sabtu, 15 Maret 2014

NEGERI TANPA AYAH by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak

3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab

AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli

16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak

18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh.

20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

23| Harus ada sosok AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH

24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid

26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'

29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika

32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama

33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi

34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH

35| Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.

Salam bahagia (bendri jaisyurrahman)

Minggu, 09 Maret 2014

Mendidik Anak Penyuka Mainan Agar Cinta Buku

Posted by Shabra Syatila

Dalam pengajian Permata kemarin, seorang ibu bertanya kepada Ustadz Khairul Umam, Lc,

“Ustadz, bagaimana menanamkan agar anak cinta buku?
Anak saya dua orang, umur 9 dan 7 tahun, sangat suka mainan dan tidak suka baca buku.
Yang kecil bahkan minta mainan mobil remot sampai menangis-nangis, tidak kami turuti, kami berusaha membelokkan….”

“Cinta buku harus ditanamkan sejak kecil, Bu.
Dibiasakan dengan orang tua memberi contoh dan menfasilitasi.
Anak kami yang nomor dua, sangat suka menulis cerita dan membaca buku, maka kami fasilitasi untuk dapat memenuhi hobinya dan bahkan kami tidak membelikan HP hingga anak duduk di bangku SMA. Anak-anak diberi pengertian dan mereka dapat mengerti….”

Ustadz Umam menjawab panjang lebar tentang pengalaman beliau mendidik anak-anak.
Saya tertarik dengan urusan mobil remot itu.

Karena Ustadz Umam tidak membahasnya, saya bertanya, “Memang kenapa bu kalau anak suka mainan?
Bukannya dunia anak itu dunia bermain?
Ingin punya mobil remot bukannya hal yang wajar saja?”

“Masalahnya bu, ia mintanya mobil remot yang besar, harganya lebih dari 300 ribu seperti punya pamannya. Dibelikan yang kecil tidak mau. Saya khawatir kalau dituruti, maka akan merembet kepada mainan lain dan seterusnya. Mempengaruhi orientasi dia…”

“Menurut saya anak-anak jangan hanya berpikir mainan terus, tapi juga agar suka membaca buku…”

Hingga hari ini, saya masih memikirkan percakapan kami kemarin sore itu.
Tentang anak dan mainan dan tentang anak dan buku.

Bukankah wajar anak mengingini mainan, karena itulah masa dan dunia mereka.

Si orang tua ini harus sampai beberapa kali mengajak anak untuk jalan-jalan agar bisa lupa dengan keinginannya untuk memiliki mobil remot.
Katanya berhasil lupa.
Eh, sewaktu suatu ketika ke rumah neneknya dan melihat mobil itu lagi, cerita berulang.
Dan mereka mulai bertengkar lagi.
Hmm, saya bisa membayangkan situasinya.

Sehingga saya membayangkan sebuah dialog imajiner:
“Aku ingin mobil remot yang besar seperti punya paman…” kata si anak.

“O mobil itu ya…? Bagus ya mobilnya… Emang bisa apa saja, Nak?”

“Itu bisa membalik sendiri jika terguling atau menabrak tembok. Bisa melalui jalan yang sulit dan rintangan yang sulit…”

“Ooo keren ya…
Pantesan kamu juga ingin, Ummi juga ingin kok…
Cuma masalahnya harganya kan tidak murah ya, Nak.
Gimana kalau kita menabung dulu…
Nanti kalau sudah cukup uangnya, boleh kita belikan mainan yang kamu sukai.
Boleh mobil remot yang seperti punya paman, atau yang lainnya…”

“Tapi aku maunya sekarang…!”

“Kamu tahu tidak, Paman itu dulu waktu masih kecil juga pengin mainan mobil-mobilan. Eh, paman menabung tuh dan bekerja… Setelah sebesar dan setua sekarang… Paman baru bisa beli mobil- mobilan itu…berapa lama ya jadinya paman menabungnya…?”
Kebetulan sang paman adalah orang dewasa yang sudah bekerja.
Mungkin si anak itu masih akan cemberut.
Namun, orang tua dapat membuat penawaran yang lebih realistis.

“Ada mobil remot itu yang harganya Rp. 15 ribu.
Kalau kita menabung seminggu dua minggu. Mungkin bisa terbeli.
Ada yang Rp. 60 ribu… mungkin kita menabung sekarang, bulan depan bisa membelinya…
Nah, kalau yang besar seperti punya Paman…ya agak lama baru terbeli…..”

Menurut saya, orang tua tidak selayaknya menafikan keinginan anak, walaupun tidak realistis.
Berempati akan membuat anak merasa difahami.

Alih-alih berempati, kadang orang tua memilih untuk menyampaikan hal yang negatif.
“Mobil mobilan itu tidak ada gunanya. Kamu hanya terbawa pengaruh teman-temanmu yang anak orang kaya… Sebentar saja kamu akan bosan. Kalau kamu tidak bisa merawat, sebentar juga sudah rusak… Lebih baik kamu beli buku. Membaca buku akan membuat kamu pandai…. Buku itu jendela ilmu…”

Betapa sedihnya si anak karena keinginannya tidak dihargai dan mimpinya terpatahkan.
Justru dinilai dan diduga akan berlaku buruk, dan dihakimi orang tuanya sendiri.
Padahal membangun mimpi adalah dasar untuk anak memiliki obsesi yang tinggi dalam hidupnya.

Coba jika orang tua mau memperpanjang dialog.
1. Memulai dengan persetujuan bahwa mobil remot itu memang bagus dan hebat.

2. Menghargai bahwa anak boleh ingin memiliki sesuatu sekalipun itu barang mahal.

3. Mengajak anak realistis dengan kondisi sekarang dan mengajarkan kesabaran untuk berproses.

4. Mengajari anak untuk rajin bekerja keras dan menabung untuk mewujudkan keinginan.

5. Mengkaitkan dengan pintu rejeki seperti berbuat baik, shadaqoh, rajin shalat, dan sebagainya untuk memperluas pintu rejekinya.

6. Mengajari berdoa dan tawakal bersama dengan kerja kerasnya.

Ah, mungkin Anda bisa menambahkan proses kebaikan lain selama membangun mimpi itu.
Pada saatnya, akan mudah bagi Anda untuk membelokkan pada membeli barang yang lebih bermanfaat bagi anak. Tentu atas persetujuan si anak.

Yang penting adalah menjadikan anak dekat dan merasa dipahami. Dengan demikian apa yang kita sarankan akan diterima.
Pada saat anak ditolak dan marah, ia bahkan tidak bisa mendengarkan nasehat apapun. apalagi memaksa ia untuk berbelok 180 derajat kepada hal lain.

Hmm, saya tidak sedang menghakimi atau menggurui..
tapi coba bayangkan kesudahan dua cerita yang berbeda 30 tahun lagi. Anak yang ditolak mungkin akan berkata kepada anaknya :
“Dulu ayah ingin mobil-mobilan yang sangat bagus.
Tapi nenekmu tidak mengijinkan. Ayah malah dimarahi dan dipaksa untuk menyukai buku. Jadi kamu sekarang boleh membeli mainan apa saja, agar tidak merasa sakit hati seperti ayah dulu….”

Ia balaskan dendam kepada orang tuanya dalam bentuk sebaliknya.
Atau justru ia berkata begini:
“Dulu ayah ingin mobil remot yang sangat bagus.
Tapi nenekmu tidak mengijinkan. Jadi kamu juga harus tahu bahwa tidak setiap keinginan harus dituruti. Kamu jangan hanya minta mainan terus, tapi kamu harus menyukai buku…”

Bandingkan dengan anak yang difahami ortunya:
“Ayah dulu pernah sangat ingin mobil remot. Mobilnya bagus sekali. nenekmu juga setuju bahwa mobil remot itu memang bagus dan hebat.

Tapi nenek mengajari untuk ayah belajar menabung dan bekerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita. Tak lupa juga berdoa. jadi sejak saat itu, ayah betul-betul hemat dan rajin menolong agar mendapat uang tambahan. selain itu ayah juga berdoa. Alhamdulillah, uangnya terkumpul cukup untuk membeli mobil itu.
Namun, saat mau membelanjakannya, ayah memilih untuk membeli seragam futsal dan sepatu karena ayah sudah tidak lagi mengingini mobil tersebut…”

Apa pelajaran dari dialog imajiner diatas…..?
Silahkan disimpulkan sendiri.Yang jelas mendidik anak adalah ramuan unik yang harus Anda temukan.
karena setiap anak adalah unik dan istemewa, Anda yang harus merawat jiwanya agar tumbuh sehat dan sempurna.

Ida Nur Laila

Copyright : www.fimadani.com

Kamis, 06 Maret 2014

PROMO MARET 2014

1. Dapatkan disc 25% untuk setiap pembelian tunai double set Halo Balita + Eensiklopedi Bocah Muslim dari harga Rp. 5.575.000,- menjadi Rp. 4.140.000,-
(Hemat Rp. 1.435.000,-)

2. Dapatkan disc 30% untuk setiap pembelian tunai double set Halo Balita  + Confidence In Science dari harga Rp. 4.550.000,- menjadi Rp. 3.185.000,-
(Hemat Rp. 1.365.000,-)

3. Perpanjangan pre Order WOW Amazing Series sampai dengan tanggal 10 Maret 2014

Info & pemesanan via sms/Whatsapp di 085643551856

Atau via WeChat dgn id "nilukiku"

Tersedia pula opsi pembayaran secara arisan.