Senin, 17 Februari 2014

WeChat QR Code

Bagi AyBund yg ingin bertanya langsung tentang isi buku, spesifikasi, harga, maupun promo..bisa kontak via media WeChat, dgn ID - Nilukiku.

Rabu, 05 Februari 2014

ARAHKAN EMOSI ANAK

Menurut Ross Flom, profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young di Provo, Utah, mengembangkan kecerdasan emosional penting untuk perkembangan kognitif dan sosial anak.

Ketika Anda membantunya belajar membaca isyarat emosional, libatkan ia dalam segala sesuatu yang Anda lakukan.

Misalnya, ketika anak sedang bermain di kotak pasir, tidak sengaja ada anak lain yang menabraknya.
“Maaf ya, sayang, temanmu tidak
sengaja. Ayo, bilang ke dia kalau kamu tidak apa-apa.”
"Bantu anak untuk melihat hal itu sebagai kecelakaan, sehingga ia tidak perlu marah, dendam, atau berpikir itu disengaja," kata Ross.

Kalimat Anda tadi bisa membingkai situasi, membantu anak mengidentifikasi apa yang terjadi,
dan memahaminya.
Respons anak perlu diarahkan.
Jika anak sempat berpikir bahwa kejadian itu disengaja, ia cenderung akan tumbuh dengan kemampuan akademis, sosial, dan kognitif yang buruk.

Ajar dan tunjukkan emosi positif lain pada anak.
Misalnya, ketika anak berbagi sesuatu dengan anak lain, tunjukkan konsekuensi dari perilaku sederhananya.
"Lihat, deh, teman kamu senang sekali ketika kamu pinjamkan mainanmu.”

Dengan membantu anak menghubungkan perasaan dan tindakannya, berarti Anda sedang membangun kecerdasan emosional yang akan terus dimiliki anak seumur hidup.

sumber: http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Anak/5-Rahasia-Meningkatkan-Kecerdasan-Balita/